SENANDUNG MANUSIA PINGGIR PERADABAN
diam dan diam
di pinggiran
kami menunggu rembulan
berubah jadi baru
di pinggiran
kami menunggu rembulan
berubah jadi baru
bergerak dan bergerak
di emperan
kami menunggu mendung
menepi dari malam
di emperan
kami menunggu mendung
menepi dari malam
geliat dan geliat
di ujung iman
kami menunggu Ramadhan
merudungi kami yang telanjang
di ujung iman
kami menunggu Ramadhan
merudungi kami yang telanjang
gumam dan gumam
di atas tanah Tuhan
kami di pinggiran
dan kami merindukan ramadhan
di atas tanah Tuhan
kami di pinggiran
dan kami merindukan ramadhan
malam ini
malam ini
malam ini
Ramadhan kumohon datang
malam ini
malam ini
Ramadhan kumohon datang
Banyuwangi, Juli 2012
MENUNGGU LANGIT TERBAKAR HILAL
Aku katakan pada rembulan:
Ya . . .
Sama dengan pijarmu malam ini
Tertutup belukar langit kelam kelabu
Sama dengan pijarmu malam ini
Tertutup belukar langit kelam kelabu
Suara suara terdengar berat
Angin dan udara pun berat
Pada ayat-ayat suci sama kita berharap
Angin dan udara pun berat
Pada ayat-ayat suci sama kita berharap
Juga sama sepertimu
Aku menabrak kabut kukuh buta
Aku menabrak kabut kukuh buta
Ya . . .
Malam ini kita sama redup
Enggan menangis enggan merintih
Menunggu bulan baru setelah penghabisan
Dan langit merah kala belukar di langit dibersihkan
Malam ini kita sama redup
Enggan menangis enggan merintih
Menunggu bulan baru setelah penghabisan
Dan langit merah kala belukar di langit dibersihkan
Ya . . .
Bagaimanapun juga, tetap berat menunggu
Tetap berat
Bagaimanapun juga, tetap berat menunggu
Tetap berat
RTS, Gubuk 7, Juli 2012
Marhaban Yaa.. Ramadhan, semoga di bulan suci 2012 ini kita semua dapat meningkatkan amal ibadah kita dan semoga di terima oleh Allah SWT.
Kata Bijak Hari Ini:
Karena manusia cinta akan dirinya, tersembunyilah baginya aib dirinya; tidak kelihatan olehnya walaupun nyata. Kecil di pandangnya walaupun bagaimana besarnya. (Jalinus At Thabib)
(kumpulan puisi Ramadhan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar